Sambung Tali Silaturahmi, Kodim Tegal Gelar Pembinaan Jaring Mitra Karib

Tegal – Kegiatan pembinaan jaring mitra karib yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini merupakan ajang silaturahmi sebagai wujud pembinaan terhadap jaring Mitra Karib serta mengawasi dan mengendalikan kegiatan jaring Mitra Karib maupun membantu jaring mitra karib bila mempunyai kendala di lapangan.

Bertempat di indoor lapangan Tenis Kodim 0712/Tegal, telah dilaksanakan kegiatan pembinaan jaring mitra karib Kodim 0712/Tegal dengan mengusung tema “Mewujudkan Binter TNI AD yang adaptif melalui keguatan pembinaan diwilayah guna mengoptimalkan deteksi dini, temu cepat dan lapor cepat bagi Apkowil”.

Dalam sambutan Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Charlie Clay Lorando Sondakh, S.E. melalui Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0712/Tegal Mayor Inf Slamet Muchadi menyampaikan penyelenggaraan kegiatan Pembinaan jaring mitra karib dalam rangka pencapaian keberhasilan tugas pokok TNI.

Perlu kita sadari bersama tugas kita kedepan akan semakin berat dan sangat kompleks, seiring dengan perkembangan situasi global dan dinamika lingkungan masyarakat yang semakin dinamis.

Aparat Komando kewilayahan dan jaring mitra karib merupakan Patner sebagai ujung tombak di wilayah yang harus berperan aktif ditengah – tengah masyarakat sehingga apabila di kemudian hari muncul permasalahan yang berarti sebagai aparat komando kewilayahan harus tampil paling depan, sehingga dapat membantu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan diwilayah.

Salah satunya memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.Untuk TNI AD, pemberdayaan wilayah pertahanan darat dilakukan melalui pembinaan teritorial.

Ia menambahkan, pembinaan teritorial ini dalam penerapannya dilaksanakan dalam bentuk pembinaan jaring mitra karib terpilih atau yang dikenal dengan jaring teritorial sebagai kepanjangan tangan aparat Komando Kewilayahan dalam upaya mendapatkan berbagai informasi di wilayahnya.

“Kegiatan pembinaan jaring mitra karib ini sebagai upaya untuk mewujudkan dan memperkokoh Kemanunggalan TNI – Rakyat. Apabila masih ada pihak-pihak yang menginginkan TNI lepas dan terpisah dari Rakyat, berarti tidak memahami sejarah,” ujarnya.

Dikatakan, TNI tidak bisa disamakan dengan Tentara di negara lain, sampai kapanpun TNI dan Rakyat tidak bisa dipisahkan. “Sejarah mencatat, Tentara (Laskar/Pejuang) dan Rakyat bahu membahu berjuang untuk merebut dan mempertahankan Kemerdekan Indonesia,” ucapnya. Pendim 0712/Tegal.

Sharing is caring!