FKPPI Rayon Bumiayu Kirimkan Logistik dan Ikut Kerja di Lokasi TMMD Brebes

Brebes – Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus berupaya meluangkan waktu untuk andil dalam pembangunan masyarakat Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melalui program TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes.

Selain ikut terjun langsung membantu pembuatan talud dengan volume 2,7 kilometer tinggi 0,5 – 1 meter, mereka juga memberikan bantuan logistik berupa telur ayam mentah.

Dwi Hari Basuki (51), Ketua FKPPI Rayon Bumiayu menjelaskan, bantuan telur ayam sebanyak 50 butir, dan akan didorong ke lokasi TMMD setiap minggunya sampai dengan pelaksanaan TMMD Reguler berakhir pada 21 Oktober 2020 mendatang.

“Bagi anggota FKPPI laki-laki dikerahkan untuk membantu TNI dan warga setempat yang sedang membangun talud dan gorong-gorong. Sedangkan untuk yang perempuan ditugaskan menyiapkan makan bagi para pekerja tersebut,” ujarnya di sela-sela penyerahan bantuan telur secara simbolis kepada Pelda Ibrahim.

Dwi Hari berharap, apa yang dilakukan keluarga besar FKPPI Brebes Selatan, dapat sekedar meringankan pekerjaan TNI dan warga setempat.

“Kami terpanggil karena salah satu orang tua kami yaitu TNI, sedang mempunyai hajat untuk membantu Pemkab meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalinusu melalui pembangunan akses jalan,” tandasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkab dan Kodim Brebes sangat tepat karena infrastruktur jalan yang sedang dibuka dan dikeraskan sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter dari Desa Kalinusu menuju Dukuh Kedung Kandri, benar-benar akan menghapus keterisoliran warga Kedung Kandri.

Pasalnya, sudah puluhan tahun 100 KK disana terisolasi dari 12 dukuh lainnya di Kalinusu. Mereka harus menyeberangi Kali Pemali dengan rakit untuk melihat dunia luar, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ke pasar terdekat yang ada di wilayah kecamatan tetangganya, Kecamatan Bantarkawung.

Tak hanya itu, jika hendak mendapatkan pelayanan administrasi di Balai Desa Kalinusu, setelah menyeberang rakit, mereka harus melanjutkan perjalanan darat melewati sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bantarkawung, kemudian Kecamatan Bumiayu, sejauh 8 kilometer lebih dalam waktu lebih dari 45 menit, hingga akhirnya sampai ke tujuan.

Jika jalan TMMD jadi, selain akan memangkas biaya angkut panen, juga akan mendekatkan mereka ke kantor desa menjadi 10 menit, memudahkan mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Lestari dan Polindes yang ada di samping kantor balai desa, serta memotivasi anak-anak agar melanjutkan sekolah minimal lulus SLTA. Pendim Bbs.

Sharing is caring!