Mengenang Awal Pekerjaan Berat dari Alat Berat Dengan Resiko Juga Berat

Banyumas – Inilah potret awal pembukaan jalan setapak di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk dijadikan jalan beton dengan lebar 3,7 meter, sepanjang 1,8 kilometer, melalui TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas.

Pekerjaan berat dimaksud adalah pemangkasan tebing Bukit Munggang di Desa Petahunan untuk dijadikan jalan tanah selebar 4,5 meter yang akan di cor melalui TMMD Reguler.

Pekerjaan pendahuluan TMMD ini dilakukan pada Maret 2019 lalu selama kurang lebih satu bulan. Sedangkan resikonya yang berat adalah jalan yang dibuka berada di perbukitan sehingga operator excavator harus berhati-hati agar alat berat itu tak sampai masuk jurang gara-gara tanahnya masih labil.

Dijelaskan Babinsa Petahunan dari Koramil 15 Pekuncen, pekerjaan rabat beton TMMD Reguler Banyumas tak tetap mempertimbangkan faktor teknis dari apa yang akan dikerjakan, jadi bukan hanya mengejar target 30 hari selesai dengan mengabaikan kualitas.

“Pekerjaan pembangunan jalan menuju Obyek Wisata Curug Nangga ini sudah dimulai satu tahun yang lalu oleh dinas terkait. Jadi jika saat ini dilakukan pengecoran maka sudah sesuai SOP tingkat pengeringan jalan,” ujarnya, Sabtu (4/7/2020).

Menurut Eko juga, penentuan jalan itu akan dilakukan pengecoran, juga atas aspirasi dan kebutuhan masyarakat setempat sehingga nantinya hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Jadi, sistem perencanaannya adalah bottom up planning dan ditujukan untuk menjawab aspirasi masyarakat untuk memudahkan mengangkut hasil bumi serta mengoptimalkan sektor wisata Curug Nangga,” tandasnya.

Alat berat dari CV. Jiong Basur, Desa Candinegara, Kecamatan Pekuncen, itu juga bekerja kembali untuk melanjutkan pembukaan jalan, merapikannya, sekaligus memadatkannya, mulai awal Juni tahun ini.

Bersamaan dengan pembukaan TMMD (30/6), pejuang berat yang kedua dari dari alat berat itu telah selesai dan diteruskan oleh satu unit excavator mini dari Kodim Banyumas, dan juga ratusan anggota Satgas TMMD bersama segenap unsur masyarakat Petahunan.

“Kita sebetulnya membutuhkan alat berat tersebut untuk langsir material pembangunan jalan, dan membantu menarik/mendorong jika ada kendaraan material yang nyangkut atau selip di jalan becek karena masih seringnya turun hujan di awal-awal TMMD Reguler,” pungkasnya.

Ditambahkannya, alasannya efisiensi anggaran lah yang membuat alat berat itu dikandangkan. Pendim Bms.

Sharing is caring!