Danrem 071 : Manfaatkan, rawat dan jaga hasil pembangunan TMMD

Purwokerto – Demikian Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P. menyampaikan secara khusus kepada Kepala Desa Petahunan Rohmad Fadli, saat usai menghadiri Penutupan TMMD Reguler 108 Kodim 0701/Banyumas, di Pendopo Sipanji Pemkab Banyumas, Purwokerto, Rabu (29/7/2020).

TMMD 108 Kodim 0701/Banyumas, yang sudah berjalan selama sebulan dari 29 Juni 2020 hingga 29 Juli 2020 secara resmi ditutup. Penutupan dilakukan di Pendopo Sipanji dikarenakan masih adanya pandemi Covid 19, ditandai dengan penandatanganan serta penyerahan naskah hasil progres TMMD antara Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra dengan Bupati Banyumas Ir. Ahmad Husein.

Dikatakan Kolonel Dwi Lagan, selama hampir satu bulan sejak kegiatan TMMD ke-108 ini secara resmi dibuka pada 29 Juni 2020 yang lalu, para prajurit TNI, anggota Kepolisian, aparat Pemda, serta segenap komponen masyarakat telah bekerja keras, guna mencapai sasaran pembangunan, baik fisik maupun non-fisik. Sasaran fisik yang mencakup pembuatan jalan beton sepanjang 1,8 Km lebar 3,75 m, pembuatan jembatan 1 unit panjang 6 m lebar 2,3 m dan tinggi 2 m, 3 unit gorong-gorong dan sasaran tambahan berupa RTLH 2unit.

“Di setiap kegiatan TMMD ini, kita dapat menyaksikan semangat kebersamaan serta gotong royong yang terpancar di setiap wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja di lapangan. Hal ini menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen Bangsa, yang memiliki visi, misi dan tujuan bersama guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan masyarakat.”, ungkapnya.

“Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara”, terangnya.

Perlu saya jelaskan, bahwa konsep Imunitas Bangsa pada dasarnya merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI AD dalam memandang persoalan sosial, yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur budaya Bangsa, seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban.

Dterangkan, sebagaimana program TMMD yang telah berjalan secara rutin, pelaksanaan TMMD ke-108 ini diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan fisik dan non-fisik. Dari segi pembangunan fisik, Satgas TMMD beserta seluruh komponen masyarakat telah melaksanakan pembangunan infrastruktur pedesaan. Guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan, TNI bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guna peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Hal tersebut menjadi bagian dari pembangunan non-fisik, yang juga diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, metode bertani dan beternak modern, serta sosialisasi hukum, bahaya Narkoba, maupun kesadaran Bela Negara.

Di samping sasaran pembangunan fisik dan non-fisik tersebut, pelaksanaan TMMD ini juga membawa misi khusus, yaitu untuk menyatukan perbedaan dalam masyarakat guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi, serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI. “Karena itulah, bagi prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD ini saya wajibkan untuk tidur dan makan di rumah masyarakat, dengan memanfaatkan ULP prajurit yang diberikan oleh Komando Atas. TMMD kali ini juga telah mewujudkan sinergi dan kerja sama antara steakholder diwilayah khususnya Banyumas.

“Dari hasil semua progres TMMD ini, bahwa intinya, kita semua harus menjaga, merawat dan memanfaatkan hasil TMMD secara bertanggung jawab, terutama sarana transportasi”, tegasnya

Sharing is caring!