Kapolda Jateng Pantau Exit Tol Pejagan, Danrem 071/Wijayakusuma Dampingi

Brebes – Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., mewakili Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., dampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel melakukan pemantauan di jalan Tol Pejagan, wilayah Brebes, kegiatan ini dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam kegiatan operasi ketupat candi 2020.

Menurut Kapolda , sebanyak 700 ribu orang sudah masuk ke Jawa Tengah sebelum ada kebijakan larangan mudik lebaran tahun 2020 dari pemerintah. Sedangkan saat pelaksanaan operasi ketupat candi 2020, sudah ada kurang lebih 100 ribu orang pemudik yang masuk dan dipaksakan kembali keluar Jawa Tengah.

“Kegiatan ini untuk melakukan pemantauan di titik-titik pemantauan lalulintas sekaligus yang kita gunakan juga titik-titik penyekatan arus mudik yang masuk ke Jawa tengah tahun 2020,” terangnya Rabu sore (29/4) di depan exit Tol Pejagan Brebes.

Lebih lanjut dikatakan Kapolda, pemantauan ini dilaksanakan untuk kesiapan menyambut kegiatan bulan ramadhan dan lebaran tahun 2020. Menurutnya, operasi ketupat Candi 2020 kali ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya, melakukan pemantauan terhadap masuknya arus mudik dan pengamanan di pusat-pusat keramaian termasuk tempat ibadah.

“Seperti kita ketahui saat ini kita masih dilanda pandemic Covid-19, yang terjadi diseluruh belahan dunia termasuk di Jateng. Karenanya, untuk tahun ini pemantauan berbeda, kita bukan memantau kelancaran arus mudik, tetapi sebaliknya. Kita melakukan penyekatan terhadap arus mudik,”ungkapnya.

“Hal Ini dilakukan karena pemerintah pusat ingin melakukan kegiatan yang sungguh-sungguh dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 diseluruh wilayah indonesia termasuk di Jawa Tengah, sehingga upaya dalam rangka memutus penyebaran dan penularan Covid-19, yang dilakukan kepolisian adalah mengurangi kegiatan pergerakan manusia. Termasuk juga harus menjaga jarak, untuk tetap tinggal dirumah dan menjaga kesehatan”, terangnya.

Dikatakan, berdasarkan hal tersebut maka pemerintah mengambil keputusan untuk melarang mudik lebaran 2020, dan diberlakukan sejak terhitung mulai tanggal 24 April yang lalu. Karenanya, berdasar atas kebijakan pemerintah tersebut maka pola Operasi berbeda dengan sebelumnya.

“Dari pemantauan kelancaran arus mudik menjadi proses penyekatan arus mudik. Di Jawa tengah terdapat 13 titik start, 3 diantaranya berada di wilayah Pantura dan sisanya diwilayah selatan dan timur, untuk menyekat arus dari timur dan arus dari barat,” jelasnya.

Rycko membebekan, seperti diketahui sebelum memasuki bulan Ramadhan dan masyarakat yang telah mendahului masuk ke Jawa Tengah dan pulang ke rumah sudah hampir 700 lebih ribu. Mereka masuk ke Jateng sebelum operasi ketupat sebelum ada larangan mudik.

Sharing is caring!