Komunitas Berkebutuhan kusus Minta Batang Jadi Daerah Ramah Disabilitas

BATANG – Peringati hari disabelitas internasional, Pemkab Batang menggelar apel yang diikuti oleh ratusan siswa dan pendidik SLB Batang, dan komunitas masyarakat disabilitas, Jumat (6/12) di halaman kantor Bupati setempat.

Tampak hadir dalam kegiatan Bupati Batang Bpk.DR.H.Wihaji,S.Ag , M.Pd, Wakil Bupati Batang Bpk.Suyono,S.IP , M.Si, Dandim 0736/Btg diwakili Kapten Inf.Subardi, Kapolres Batang diwakili Waka Polsek Batang Iptu Sayoko, Unsur Forkopimda Kab.Batang, Sekda Kab.Batang Drs.H.Nasikhin,MH, Para asisten Sekda Batang, para kepala OPD Kab.Batang, Kepala sekolah SLB Batang Bpk.Sujarwo, Para Dewan guru SLB Batang.

Dalam kesmpatan tersebut, mereka berharap Batang ke depannya bisa menjadi daerah yang ramah disabilitas.

Hal ini seperti diutarakan oleh guru Disabilitas SLB Batang, M Hikmat yang juga penyandang disabilitas tuna daksa. Ia berharap kantor pelayanan di Batang bisa lebih ramah Disabilitas seperti dengan menyediakan parkir khusus kendaraan roda tiga ataupun penyediaan kursi roda.

“Kalau kota besar suadah ramah disabilitas tapi, belum banyak daerah yang ramah disabilitas, dan kami harap Batang bisal menjadi pelopor daerah ramah disabilitas,” pinta M Hikmat

Tidaka hanya infrastrutur yang ramah disabelitas, kami pun minya kantor pelayanan publik di Batang juga menyediakan kursi roda dan juga parkir khusus kendaraan disabilitas.

“kami juga ingin Polres Batang ada layanan pembuatan SIM D untuk penyandang disabilitas, karena selama ini belum bisa,” pinta Hikmat.
Dalam kesempatan ini Pemkab Batang turut memberikan bantuan kepada para penyandang Disabilitas. Seperti bantuan kursi roda, alat bantu pendengaran.

Salah satunya dan lainnya. Juga turut diberikan hadiah tabungan untuk para pelajar disabilitas yang berprestasi dan berbakat.

Pemkab juga secara spontan melakukan infaq dari para ASN. Dari donasi yang terkumpul sekitar Rp13.573.800 ini akan diperuntukkan untuk pembangunan toilet bagi penyandang disabilitas. Dan juga pemkab memberikan bantuan tunai Rp25 Juta untuk dana bantuan pendidikan bagi siswa SLB.

Terkait dengan kesiapan menjadi daerah ramah disabilitas, Wihaji mengaku akan mulai menyiapkan diri. Salah satu langkah yang diupayakan adalah dengan nantinya akan diresmikan Mall Pelayanan Publik (MPP) di kantor DPMPTSP.

“Saya MPP nanti dapat menambah layanan fasilitas khusus penyandang Disabilitas,”
Menjawab keluhan Kepala Sekolah SLB yang meminta Bupati agar tidak menarik gedung milik Pemkab yang di pinjam untuk belajar mengajar.

” Saya jamin, selama saya masih menjabat tanah dan gedung Pemda yang sekarang untuk SLB tersebut aman dan bisa digunakan tanpa rasa khawatir,” kata Wihaji

SLB menjadai kewenangan Pemerintah provinsi, namuan pemkab bertikad untuk tetap melayani karena mereka juga warga masyarakat Batang.

Dari hasil dialog Bupati dengan penyandang disabilitas ditemukan beberapa permintaan dan permasalahan dari kaum disabilitas. Pihaknya ke depan akan berusaha agar beberapa masalah tersebut bisa dicarikan solusi dan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

Sharing is caring!