Simulasi Tanggap Bencana Gas Beracun Gunung Api Dieng

Batang – Pemkab Batang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menggelar simulasi bencana di Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Batang, selama kurang lebih dua hari.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Sudjatmiko Ketua Relawan Penanggulangan Bencana Batang beserta jajaran tim dari BPBD, Kapten Inf Noor Rofik Pasi OPS Dim Batang beserta anggota TNI Kodim 0736 /Batang, aparat kepolisian, Kepala Pelaksana BPBD Bpk Ulul Azmi Ap.MM, Muspika Balado, Kepala Desa Gerlang serta warga Desa Gerlang.

Sebelum Jambore Penanggulangan Bencana gas beracun Gunung api Dieng dinyatakan selesai kegiatan dilanjutkan Bhakti sosial bersihkan lingkungan sekitar, sekolahan, perkemahan, puskesmas ataupun masjid. Jambore Relawan Penanggulangan Bencana tahun 2019, pada hari ini Minggu (27/10/19 ) di nyatakan selesai. Bertempat di lapangan Desa Gerlang Kec.Blado Batang.

Kapten Inf Noor Rofik Perwira seksi Operasional dalam kesempatan itu menyampaikan, pelaksanaan latihan penanggulanan bencana agar memperhatikan apa yang menjadi evaluasi. untuk perbaikan kedepan tiap semester bagi masyarakat tangguh dalam tanggap bencana.

Kedepan akan di bentuk masyarakat yang tangguh, apabila masyarakat sudah tangguh akan mudah menangani bencana apabila ada. Kekurangan bukan hal yang perlu di risaukan akan tetapi apabila ada kegiatan simulasi tanggap bencana agar di perbaiki. Adapun contoh Kloter sosial harusnya siapkan obat anak – anak, ibu hamil, perempuan dan disabilitas, ungkap Kapten Inf Noor Rofik.

Potensi bencana alam di wilayah ini tidak sebanyak dibanding daerah lain seperti di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Daerah gerlang ini juga terancam terkena bencana akibat erupsi gunung api Dieng, angin kencang, hingga cuaca ekstrem. Khusunya lagi ancaman dari gas beracun gunung api Dieng.

Bapak Sudjatmiko dari BPBD Batang sampaikan, Jambore penanggulangan bencana yang di simulasikan ini di gunakan sebagai contoh bagi warga masyarakat Gerlang apabila kemungkinan terjadi bencana gas beracun. Untuk penanggulanan atau penanganan harapannya para relawan serta masyarakat bisa dengan cepat mengerti dan memahami seperti yang sudah dilatihkan.

Dengan pelatihan ini, setidaknya kita harus menguasai semua materi kegiatan berkaitan bencana. Khususnya masyarakat Gerlang yang rawan terkena bencana erupsi gas beracun dari gunung api Dieng. Bagi semua yang mengikuti kegiatan agar memperdalam ilmu tentang penanggulangan bencana, tuturnya.

Lanjutnya, kita bersyukur kegiatan jambore relawan berjalan dengan sukses sampai dengan sekarang walau masih ada kekurangan – kekurangan. Bahwa apabila terjadi bencana gas beracun, korban yang paling trauma adalah anak. Kedepan akan diadakan pelatihan khusus, yang melibatkan anak -anak.

Seperti halnya Skenario orang gila yang tadi diperankan memang bagus, karena di keadaan sebenarnya kemungkinan hal itu bisa saja ada. Untuk yang lainya cukup bagus, seperti evakuasi. Kegiatan ini terselenggara untuk kepentingan masyarakat gerlang. Pembentukan dan pelatihan Destana (Desa tangguh bencana) atau masyarakat tangguh bencana ini dirasa penting agar masyarakat mengetahui potensi bencana akibat dari erupsi gunung api Dieng, pungkasnya. ( Pen – 0736 )

Sharing is caring!