Danrem 071/Wijayakusuma Hadiri Sidang Terbuka Senat Pengukuhan Dua Profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed

Purwokerto-Banyumas. Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., hadiri Sidang Terbuka Senat Pengukuhan Dua Profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kamis (26/9/2019) di Gedung Soemardjito Unsoed Purwokerto, Banyumas.

Ke dua Guru Besar/Profesor baru, yaitu Prof.Dr. Pramono Hari Adi, M.S., dan Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, B.Acc, M.Sc, Ph.D, sebagai Guru Besar/Profesor ke 67 dan 68 di Unsoed, serta ke 13 dan 14 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed. Sidang Terbuka Senat Pengukuhan dipimpin oleh Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir.Suwarto,M.S.

Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, B.Acc, M.Sc, Ph.D, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Mutu, dan Prof.Dr. Pramono Hari Adi, M.S. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed.

Dalam Orasi Ilmiahnya Prof.Dr. Pramono Hari Adi, M.S. menyampaikian materi yang berjudul “Menyikapi Kekacauan Pasar”.

Disampaikan bahwa pada akhir-akhir ini terjadi perubahan yang mengagetkan masyarakat konsumen dan produsen (pasar) dan perubahan ini telah mengacaukan pasar yang lazim disebut sebagai disrupsi. Berbagai penemuan baru dan penerapan teknologi baru telah menyebabkan perubahan yang sangat radikal. Pasar mengalami perubahan yang mencolok, barang dan jasa bisa diproduksi dan dikonsumsi dengan lebih mudah, murah, cepat, mudah dijangkau. Menurutnya ”mau tidak mau kita harus mengikutinya”, kita harus selalu ”berdamai” dengan disrupsi yang terjadi.

Dalam menyikapi kekacauan pasar yang terjadi pada saat ini, walaupun perubahan terjadi dengan sangat radikal, ternyata ini bukanlah akhir dari kehidupan, masih banyak incumbent yang mampu bertahan dan melanjutkan kehidupannya dengan menciptakan “the main” yang baru. “Dalam setiap permasalahan pasti ada jalan, permasalahannya adalah mau atau tidak kita berputar menemukan jalan yang baru. Inovasi adalah kunci dari semua ini”, ungkap Prof. Pramono.

Sedangkan Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, B.Acc, M.Sc, Ph.D, menyampaikan materi yang berjudul “Membangun Kehidupan Kerja Berkualitas Berbasis Nilai Spiritualitas Islam”.

Dipaparkan bahwa bahwa kekuatan spiritual akan menciptakan moral yang baik dalam bekerja. Islam menekankan pentingnya moral (akhlaq) dalam bekerja. “Ketika akhlaq merosot maka semua sistem dalam kehidupan bermasyarakat akan runtuh”, ungkap Prof. Wiwiek.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Nilai spiritualitas Islam membantu proses keseimbangan hidup karyawan dalam tiga tingkatan yaitu individu, kelompok dan organisasi sehingga dapat dicapai hasil kerja yang optimal. Kehidupan kerja berkualitas akan dicapai melalui pencapaian keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, kehidupan rohani dan jasmani kehidupan individu dan kolektif. Individu akan berfungsi secara efektif hanya ketika pekerjaan dan kehidupan pribadinya seimbang. “Kehidupan kerja berkualitas akan meningkatkan kepuasan kerja dan komitment kerja karyawan sehingga menguntungkan perusahaan dalam jangka panjang. Kebijakan organisasi dalam mengelola sumberdaya manusia tidak boleh meninggalkan nilai spiritualitas”, jelas Prof. Wiwiek.

Rektor Unsoed Prof Dr.Ir Suwarto MS dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu mandat yang diberikan negara kepada institusi pendidikan tinggi adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan serta menerapkan nilai-nilai humaniora. Kampus adalah rumah yang nyaman bagi ilmu pengetahuan untuk berkembang, tempat yang subur untuk menyemaikan ide baru dan gagasan kekinian, sekaligus ruang dan waktu tempat di mana kesemua hal tersebut dapat diterapkan untuk sebesar-besarnya kemaslahatan. “dipercayakannya Dr. Pramono Hari Adi dan Wiwiek Rabiatul Adawiyah, Ph.D oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menduduki jabatan akademik tertinggi seorang dosen, yakni sebagai Profesor, adalah sebuah kehormatan tersendiri bagi Universitas Jenderal Soedirman/ Unsoed”, ungkap Rektor.

Lebih lanjut Rektor mengatakan pemikiran Prof. Pramono Hari Adi tentang “Menyikapi Perubahan Pasar” hakikatnya mengingatkan kita bahwa yang abadi adalah ketidakabadian, yang tidak pernah berubah adalah perubahan. Sehingga dibutuhkan kemauan untuk adaptif, inovatif dan kolaboratif sebagai jalan positif dan konstruktif untuk mensinergikan kapasitas diri dengan perubahan yang ada.

Begitu pula dengan pemikiran Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah tentang “Membangun Kehidupan Kinerja Berkualitas Melalui Nilai Spritualitas Islam”, sesungguhnya mengingatkan kita bahwa sesuatu yang bersifat transendental dan moral adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam mengembangkan potensi diri dan mewujudkannya sebagai kekuatan dalam menghasilkan kinerja yang bermutu tinggi.

Mengakhiri sambutannya Rektor mengucapkan selamat kepada beliau berdua beserta keluarga atas dikukuhkannya sebagai profesor di almamater yang kita cintai dan banggakan ini. “Semoga menjadi insprasi bagi kita untuk terus dan semakin mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara ini, khususnya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi”, harap Rektor.

Sharing is caring!